|
Gubernur memahami, untuk membuat program yang baik dan berisi, menyedot banyak sumber daya. Namun disitulah tantangan industri penyiaran, yaitu harus mampu menjual program yang berkualitas. Ajang KPID Award adalah kegiatan tahunan KPID Jabar untuk mendorong lembaga penyiaran memproduksi sebanyak-banyaknya program yang baik dan berisi. Sekaligus juga untuk melihat sejauh mana perkembangan sumber daya manusia industri penyiaran di Jawa Barat saat ini. Menurut Ketua Panitia KPID Jabar Award 2009 AS Haris Sumadiria, dari program siaran yang ikut serta dalam lomba, nampak keragaman program siaran serta muatan informasi pada radio swasta cenderung menurun dan semakin banyak diisi siaran yang hanya bermuatan hiburan, berbentuk pemutaran lagu tanpa penyiar, permintaan lagu, dan karaoke. Kencederungan ini diduga karena terus berkurangnya pembiayaan dari iklan untuk memproduksi ragam program siaran yang berkualitas. Sementara itu, program siaran televisi swasta lokal Jawa Barat masih tergolong beragam, karena tidak banyak mengekor program televisi Jakarta dan tv lokal Jawa Barat kerap menambah muatan budaya lokal serta muatan informasi lokal. AS Haris Sumadiria mengatakan, “Kecenderungan itu terlihat dari hampir 100 materi rekaman siaran yang dikirim seluruh lembaga penyiaran di Jawa Barat untuk ikut serta dalam lomba program terbaik tahun ini. 75 % radio hanya hiburan”. Menurut Haris, kecenderungan ini mengkhawatirkan karena seharusnya lembaga penyiaran berfungsi secara lengkap, tidak hanya hiburan, tetapi juga pendidikan, informasi dan penguatan serta pengembangan nilai-nilai masyarakat. Haris dapat memaklumi kecenderungan yang terjadi pada industri radio swasta itu karena belanja iklan untuk radio terus menerus turun sejak dekade terakhir, karena tersedot oleh industri televisi di Jakarta. Dari hasil riset media di Indonesia, pada tahun 1998 total belanja iklan nasional untuk Radio mencapai lebih dari 20 persen, Tahun 2009 di bawah 2 persen. Sementara tahun 2008 TV Jakarta menyedot hampir 60 persen. Selain menyedot porsi iklan untuk radio, TV Jakarta juga menyedot porsi iklan untuk media cetak yang pada Tahun 2009 hanya kebagian 37 persen. Masih ada harapan Haris memperkirakan, pemberlakuan Sistem Siaran Jaringan pada Januari 2010 yang menghapus sistem siaran nasional, dapat menjadi harapan positif bagi industri penyiaran radio yang sifatnya lokal. Karena belanja iklan akan terdistribusi kembali ke daerah-daerah seperti pada era 80-an. Pada saat yang sama, kapasitas industri penyiaran lokal juga harus sudah berkembang untuk dapat melayani para pengiklan itu, dengan tetap mengindahkan aspirasi masyarakat lokal. Saat ini, hampir di seluruh wilayah Jawa Barat telah ada puluhan pemodal lokal yang menyatakan siap menyelenggaran siaran TV Lokal dan kini tengah menunggu selesainya proses perijinan. Sementara radio swasta telah mencapai lebih dari 400, radio komunitas lebih dari 200, serta 3 radio publik. Untuk itu, sebagai lembaga negara yang salah satu fungsinya adalah mengembangkan industri penyiaran yang sehat, KPID Jawa Barat setiap tahun menyelenggarakan ajang lomba program siaran terbaik bernama KPID Award. Tujuannya, pertama, mendorong lembaga penyiaran swasta untuk mengembangkan kapasitas yang dituntut UU Penyiaran yaitu sebagai lembaga ekonomi dengan memproduksi ragam siaran yang bervariasi, menarik, mendidik dan sesuai dengan nilai masyarakat setempat. Tujuan lain, untuk lembaga penyiaran publik dan komunitas, ajang ini untuk mendorong kemampuan penyelenggara penyiaran untuk melayani kebutuhan publik pendengarnya sebaik mungkin tanpa peduli apakah program siaran itu akan mendatangkan iklan atau tidak. Melalui lembaga penyiaran publik dan komunitas inilah, masyarakat akan memperoleh program siaran yang bermutu tinggi. Haris mengungkapkan, Hari Minggu kemarin (29/11/09), dari hampir 100 program siaran yang dilombakan, sebanyak 24 program televisi dan radio menjadi nominator untuk memperoleh penghargaan terbaik untuk program berita, feature, talkshow dan hiburan. Berikut adalah nama program dan lembaga penyiaran yang terpilih oleh 8 orang dewan juri sebagai yang terbaik. Kategori Berita Radio : Agri Hot Info (Radio Pertanian FM - Ciawi) Kategori Berita TV : Seputar Bandung Raya (Bandung TV - Bandung) Kategori Talkshow Radio : Tamu Kita (Radio Wadi FM - Bogor) Kategori Talkshow TV : Rekam Medis (STV - Bandung) Kategori Feature Radio : Pengusaha Es Krim Putra Priangan (Radio Merpati FM - Cipeundeuy) Kategori Feature TV : Tidak (profil tunanetra) (TVRI Jawa Barat) Kategori Hiburan Radio : Tanggap Flu Burung (Radio Merpati FM - Cipeundeuy) Kategori Hiburan TV : Si Kucrit (Jatilihur TV - Purwakarta) |